|
Written by armada
|
|
Thursday, 28 January 2010 02:48 |
ARMADA bukanlah band baru di blantika musik Indonesia. Di tahun 2008 group band yang kini berpersonelkan Rizal (vokal), Andhit (drum), Radha (Gitar), Endra (Bass), dan Mai (Gitar) ini sempat merilis Album bertajuk “Balas Dendam” ,bahkan jauh sebelum itu pula mereka sempat mengagetkan dunia Industri musik indonesia dengan lagu mereka “ Kekasih Yang Tak Dianggap” yang berhasil menduduki banyak posisi teratas di chart/tangga lagu radio – radio terkemuka di seluruh Indonesia. Kejayaan tersebut mereka dapatkan ketika mereka masih menggunakan nama ''Kertas”. Memasuki tahun 2007, tepatnya tanggal 27 Oktober 2007 Rizal, Andhit, Radha dan Endra mengganti nama mereka menjadi ARMADA. Adalah sederhana saja mengapa nama ARMADA menjadi pilihan mereka selain terasa lebih lugas ketika di sebutkan bila di bandingkan dengan “Kertas”,Armada sendiri adalah sebuah kata yang simple, mudah di sebutkan juga mudah di ingat. Selain itu ARMADA juga bisa menjadi akronim dari nama para personilnya.
“Hal Terbesar”
Setelah berganti nama, ARMADA sempat merilis album yang di beri nama “ Balas Dendam” album yang tersirat bernuansakan kemarahan mereka akan pengalaman pahit yang sempat di alami sebelumnya tersebut, Sayangnya tidak terlalu sukses dipasaran. Dan kini di bawah naungan perusahaan rekaman yang baru , E-Motion Entertainment yang mensuport mereka secara maksimal serta kematangan bermusik yang lebih tinggi berkat pengalaman pahit yang sempat di alami, ARMADA yang baru saja di perkuat oleh peronil baru yaitu Mai (gitar) menjelma menjadi group band yang lebih produktif dalam menciptakan lagu – lagu dengan kwalitas yang mumpuni serta tingkat komersialitas yang tinggi. Lagu – lagu tersebut kemudian di rangkum kedalam satu buah album terbaru ARMADA yang di beri nama “Hal Terbesar”.
Pemilihan nama “Hal Terbesar” sebagai judul album adalah sebagai ungkapan atas semua anugerah dan karunia yang di dapatkan , sehingga setelah mengalami pengalaman pahit yang tidak sedikit di Industri musik, Mereka tetap mampu untuk bertahan dan tetap berdiri bahkan mendapat kesempatan yang lebih baik lagi sehingga mereka mampu mempersembahkan karya – karya terbaik mereka kehadapan para pecinta musik Indonesia. Selan itu “Hal Terbesar” juga adalah salah satu judul lagu yang ada di album terbaru mereka.
“Hal Terbesar” terdiri atas 10 track lagu dengan keseluruhan bertemakan Cinta dengan segala problematikanya. berbeda dengan album “Balas Dendam” yang cenderung lebih ngerock dan lebih ber”emosi” di album ini ARMADA lebih mengandalkan harmonisasi dan mengedapankan kesan keindahan pada setiap lagunya, serta memberikan porsi pada suara Rizal yang khas dan berkarakter melancholic untuk lebih “terdengar” sehingga nuansa keindahan yang di harapkan terasa lebih maksimal. Untuk racikan ini Rizal, Andhit, Radha, Endra dan Mai sepakat untuk menyebut aliran musik mereka dengan sebutan Melancholic Pop.
“Hal Terbesar “ di buka dengan lagu yang berirama dinamis berjudul“Cinta Itu Buta” yang sekilas pada bagian intro, petikan gitar serta hentakan drum yang di suguhkan mengingatkan kita pada goup band mancanegara Counting Crows.lagu dan lyric pada lagu ini di buat oleh sang vokalis Rizal versama dengan Endra sang Bassist. Setelah di bawa ke nuansa dinamis dan riang lewat lagu “ Cinta Itu Buta”pada track berikutnya kita di suguhi dengan satu buah lagu yang berirama pelan dengan lyric yang kuat mengisahkan tentang kekalutan perasaan seorang pria akan cinta yang tak bisa dimilikinya berjudul“ Pemilik Hatiku”. Untuk menciptakan lagu yang satu ini Rizal berkolaborasi dengan sang gitaris Radha,sementara untuk Lyric di buat bersama – sama dengsn semua personel . Peran Mai sebagai personel baru dalam formasi ARMADA hadir dengan menciptakan lagu track ketiga yang juga merupakan hits andalan dari album “ Hal Terbesar” ini, Berjudul “Buka Hatimu”. Selanjutnya lagu yang kemudian menjadi judul Album “ Hal terbesar” di tempatkan pada track yang ke empat. Pada track lima hadir satu buah lagu yang memiliki karakter begitu kuat pada bagian notasi, aransemen, bahkan juga lyric, Mau Di bawa Kemana”lagu yang lagi – lagi di ciptakan oleh Rizal ini mengisahkan tentang sebuah hubungan cinta yang tidak memiliki satus yang jelas. yang menarik pada lyric lagu ini adalah penggunaan kalimat ” mau di bawa kemana hubungan kita”pada bagian reffrain, sebuah kalimat keseharian yang jarang sekali di gunakan pada lyric lagu tapi sering kali menjadi tema obrolan sebuah pasangan dalam kisah percintaan mereka. Selain lima lagu tadi turut hadir juga lagu – lagu yang gak kalah bagusnya antara lain.“Pangeran”, yang mengisahkan tentang kekaguman pria terhadap wanita yang telah memilki pasangan,”Telephone”, yang mengisahkan cinta berbeda kota, “Ku Ingin Setia” ,tentang usaha seorang pria yang berusaha menjaga kesetiaan yang dimilikinya,”Kau Harus Terima “, Tentang kepasrahan Cinta” dan “Wanita Paling Bahagia”, tentang ikrar seorang pria yang berjanji untuk menjadikan wanita yang di cintainya sebagai Wanita yang paling bahagia di dunia karena cintanya..
Salam Musik Indonesia
|